Berita (Kegiatan BMKG & Stasiun)
Berita Terkini
Tingkatkan Keselamatan Nelayan, BMKG Tanjung Priok Selenggarakan SLCN di Kabupaten Indramayu
Indramayu (18/06) — Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan nelayan melalui pemanfaatan teknologi informasi, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tahun 2025 di Kabupaten Indramayu, Rabu (18/6/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BMKG dengan Komisi V DPR RI dan diikuti oleh 70 nelayan dari berbagai wilayah pesisir Indramayu.
Dalam kegiatan ini, BMKG memperkenalkan aplikasi Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS) sebagai alat bantu utama dalam perencanaan pelayaran dan penangkapan ikan. Aplikasi InaWIS memuat berbagai fitur penting seperti informasi cuaca harian, ketinggian gelombang, arah angin, posisi kapal, posisi ikan, dan skor keselamatan pelayaran. Aplikasi InaWIS sendiri telah dikembangkan sejak 2015 dan terus disosialisasikan ke berbagai wilayah pesisir di Indonesia, termasuk Indramayu, yang merupakan salah satu daerah dengan kontribusi besar dalam sektor perikanan nasional.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa teknologi ini merupakan bentuk integrasi antara kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. “Dengan teknologi ini, paradigma ‘mencari ikan’ dapat diubah menjadi ‘menangkap ikan’, karena posisi ikannya sudah diketahui. Informasi cuaca yang akurat juga memungkinkan nelayan melaut dengan perencanaan yang lebih baik dan aman,” jelasnya.
Anggota Komisi V DPR RI, Daniel Muttaqien Syafiuddin, mengapresiasi pelaksanaan SLCN di Kabupaten Indramayu. Ia menilai bahwa pelatihan ini penting untuk mendukung nelayan agar tidak hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dalam kegiatan operasional mereka. “Dengan pendampingan langsung dari mentor, para nelayan dapat memahami produk cuaca secara utuh dan menggunakannya secara efektif untuk keselamatan dan produktivitas mereka,” ujarnya.
Pelaksanaan SLCN tahun ini dirancang secara interaktif dan partisipatif. Para nelayan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, dan masing-masing kelompok didampingi oleh seorang pegawai BMKG yang bertindak sebagai mentor. Para mentor ini bertugas mengarahkan dan membimbing para nelayan dalam memahami serta mempraktikkan berbagai produk informasi cuaca kelautan yang disediakan oleh BMKG. Materi yang diajarkan meliputi cara membaca peta arah dan kecepatan angin, memahami arus dan gelombang laut, hingga penggunaan peta sebaran potensi ikan.
Secara keseluruhan, kegiatan SLCN berjalan dengan lancar, edukatif, dan interaktif. BMKG berharap bahwa dengan adanya pelatihan seperti ini, para nelayan tidak hanya lebih siap menghadapi kondisi cuaca laut yang dinamis, tetapi juga dapat lebih efisien dan aman dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen BMKG dalam menghadirkan layanan meteorologi maritim yang adaptif dan mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir.
BMKG Tanjung Priok Ikuti Rakor Lintas Sektoral, Siap Dukung Keselamatan Angkutan Lebaran 2026
Read
BMKG Tanjung Priok Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Indramayu
Read
KOLABORASI BMKG PRIOK - RRI PRO 1 JAKARTA, Hadirkan Jangkauan Diseminasi Informasi Cuaca Lebih Luas
Read
Jelang Libur Idul Adha, BMKG Priok Perkuat Koordinasi Penyebrangan ke Pulau Seribu
Read
BMKG Priok Koordinasi dengan DKP Indramayu untuk Persiapan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan
Read






